(TP) Nobiletin adalah flavonoid polimoksin yang ada pada jaringan buah dari spesies sitrus dan telah dilaporkan dapat menekan degranulasi sel RBL-2H3. Namun, mekanisme terperinci masih belum diketahui. Dalam penelitian ini mekanisme efek supresif nobiletin pada degranulasi sel RBL-2H3 diperiksa. Nobiletin menekan degranulasi sel RBL-2H3 dan sel mast yang diturunkan dari sumsum tulang yang diinduksi oleh stimulasi antigen. Nobiletin juga menekan degranulasi yang distimulasi oleh ionofor kalsium A23187 dan thapsigargin, inhibitor spesifik dari ATPase yang bergantung pada Ca2 +. Peningkatan konsentrasi Ca2 + intraselular juga ditekan oleh nobiletin ketika sel RBL-2H3 dirangsang oleh antigen atau A23187. Analisis imunoglot menunjukkan bahwa efek penghambatan dihasilkan dari fosforilasi yang diatur turun dari kedua fosfatidylinositol 3-kinase (PI3K) dan fosfolipase Cγ1 dalam jalur pensinyalan yang terkait dengan degranulasi yang dirangsang oleh antigen.

Lebih jauh lagi, pemberian oral rahiminin menekan permeabilitas vaskular pada tikus model anafilaksis kutaneous pasif. Kecenderungan dalam semua percobaan yang diperoleh dengan mengobati dengan nobiletin sangat mirip dengan yang diperoleh oleh wortmannin, inhibitor PI3K spesifik. Temuan ini menunjukkan bahwa nobiletin menekan masuknya Ca2 + dan akibatnya mengaktifkan aktivitas anti-alergi dengan cara yang mirip dengan wortmanni.

 

Efek anti alergi dengan menggunakan ekstrak kulit buah jeruk tersebut disampaikan Prof. Takuya Sugahara (Ehime University Jepang ), Pada acara General Lecture yang berlangsung Pada Tanggal 31 Agustus 2017 di Auditorium Utama Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan. Kuliah yang disampaikan dihadapan ratusan mahasiswa, mengambil Tema “Evaluation of Food Function and Development of Funtional Food”. /(ns)